Bedah plastik rekonstruksi

Bedah Plastik Rekonstruksi, Tujuan dan Keuntungannya untuk Pasien

Apa yang Dimaksud dengan Bedah Rekonstruksi? Bedah rekonstruksi merupakan sebuah tindakan bedah plastik yang dilakukan dengan tujuan mengembalikan penampilan. Atau fungsi seperti sediakala hingga mendekati dari bagian tubuh manusia.

Operasi bedah plastik rekonstruksi umum dilakukan guna memperbaiki cacat anggota tubuh yang diakibatkan oleh penyakit atau cidera. Bedah plastik rekonstruksi dapat dibedakan berdasarkan bagian tubuh yang membutuhkan tindakan pembedahan.

Siapa saja yang Dapat Menjalani Tindakan Bedah Plastik Rekonstruksi

Mereka golongan pasien yang mengalami cacat pada anggota tubuh atau memiliki bagian tubuh yang terlihat tidak sempurna. Ini dapat disebabkan oleh kondisi penyakit, kelainan bawaan, atau adanya cedera tertentu.

Mereka dengan kondisi tersebut dapat menjalani bedah rekonstruktif guna mengembalikan penampilan hingga fungsi atau atau kegunaan gerak seperti semula dari bagian tubuh yang mengalami trauma. Pada banyak kondisi, bedah rekonstruktif dapat meningkatkan kualitas hidup penderitanya. Bahkan memberikan kesempatan bagi pasien untuk dapat menjalani hidup dengan normal.

Meski demikian, tidak semua rekonstruktif diperlukan dalam dunia medis. Terdapat beberapa kasus di mana pasien hendak menjalani bedah rekonstruktif untuk tujuan mempercantik penampilan dari bagian tubuh tertentu. Contoh dari tindakan rekonstruktif tersebut adalah tindakan medis yang sering disebut sebagai sedot lemak atau awam menyebutnya sebagai pengencangan perut.

Saat ini, dengan kemajuan teknologi kedokteran yang ada, pasien dapat mengharapkan hasil yang sangat realistis dari tindakan bedah plastik rekonstruksi. Variasi jenis dan teknik yang digunakan oleh tenaga medis dalam hal ini dokter spesialis bedah plastik terusbmengalami perkembangan baik pada bahan dan teknologi rekonstruksi yang digunakan.

Beberapa sample dari perkembangan teknologi kedokteran tersebut adalah jahitan berduri, pencangkokan kulit, bedah free flaps, pemasangan implan, dan penggunaan implan bio material, yang aman serta lebih cocok dengan tubuh dan dapat meniru fungsi dari bagian tubuh yang digantikan secara lebih baik.

Melalui perkembangan teknologi kedokteran ini, pasien dapat memperoleh bagian tubuh yang baru yang memiliki penampilan dan fungsi serupa dengan bagian tubuh original mereka, dengan hanya sedikit perbedaan dalam sensasi dan rasa yang dialami pasien.

Tindakan Bedah Plastik Rekonstruksi

Bedah plastik rekonstruksi

Bedah plastik rekonstruksi

Operasi rekonstruktif yang dilakukan saat ini mengacu pada konsep tangga rekonstruktif. Dimana kondisi tersebut mengolongkan setiap kasus berdasarkan tingkat kesulitannya.

Pada tindakan bedah yang paling sederhana yang cuma membutuhkan penjahitan luka sederhana. Sementara pada tindakan pembedahan yang lebih rumit kemungkinan dapat membutuhkan pencangkokan kulit bahkan hingga pada teknik pelebaran jaringan.

Rincian cara dan pelaksanaan tindakan medis sangat bergantung pada jenis bedah rekonstruktif yang dilakukan. Terdapat sekian jenis bedah rekonstruktif, dan yang paling sering dilakukan diantaranya:

Pengambilan kanker pada kulit – Tindakan bedah plastik ini dilakukan guna mengobati kanker kulit, yang meliputi pengangkatan pertumbuhan kulit yang tidak normal agar kulit kembali pada kondisi normal.

Bedah bibir sumbing atau celah yang terdapat di langit-langit mulut – Tindakan bedah plastik rekonstruksi ini dilakukan pada pasien anak yang sejak lahir memiliki kelainan bibir sumbing atau kelainan pada langit-langit mulut. Kondisi ini merupakan salah satu kelainan bawaan pada anak yang dapat ditangani melalui pembedahan oleh dokter spesialis bedah, tidak lama setelah seorang anak dilahirkan.

Terapi Scar hingga Luka Bakar

Perbaikan scar atau bekas luka – Perbaikan scar atau bekas luka ini dilakukan untuk meningkatkan penampilan dari bekas luka yang dapat disebabkan oleh banyak hal diantaranya akibat bedah atau trauma, sehingga bagian tubuh yang memiliki bekas luka mampu kembali ke penampilan normalnya.

Pada kondisi ini, pasien sebaiknya tidak memiliki harapan yang terlalu berlebihan ketika menjalani bedah rekonstruksi untuk kasus perbaikan bekas luka. Hal ini dikarenakan hasil dari pembedahan, sangat bergantung pada ukuran, letak, dan kedalaman bekas luka serta ketrampilan seorang dokter.

Ada beberapa bekas luka yang umumnya sulit dihilangkan. Posisi tindakan bedah rekonstruktif hanya dapat menyamarkan bekas luka, sehingga scar pada kulit tidak terlalu memengaruhi tubuh atau terlihat jelas. Sebaliknya pada, bekas luka yang lebih kecil dan lunak dapat dengan mudah ditangani oleh dokter bedah plastik.

Terapi mengatasi bekas luka bakar – Operasi bedah plastik rekonstruksi dapat digunakan untuk memperbaiki penampilan kulit yang diakibatkan luka bakar.

Transplantasi atau pemindahan jaringan – Pemindahan jaringan atau dikenal oleh masyarakat sebagai transplantasi jaringan flap merupakan bedah rekonstruktif yang bertujuan mengembalikan penampilan dan sensasi bagian tubuh normal dengan cara mencangkok jaringan dari tubuh pasien atau tubuh donor yang telah meninggal dunia.

Pemindahan jaringan ini dapat dilakukan dengan cara mengambil jaringan tubuh, seperti kulit, lemak, otot, saraf, hingga tulang dari satu bagian tubuh. Dilanjutkan dengan memindahkannya ke bagian tubuh yang dituju atau penerima donor. Salah satu proses dari tindakan tersebut adalah perlekatan saraf, arteri, hingga pembuluh darah.

Bedah rekonstruktif dapat dilakukan ketika pasien mengalami cedera pada bagian wajah atau tangan. Dapat juga dilakukan ketika pasien menderita suatu penyakit pada bagian rahang, kepala, dan leher.

Tindakan bedah rekonstruktif ini dilakukan oleh dokter bedah plastik yang berpengalaman di dampingi oleh tenaga dokter sepesialis THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan). Seperti kita ketahui bersama, penyebab paling umum dari cacat anggota tubuh adalah kanker atau pertumbuhan tumor yang tidak normal.

Resiko Bedah Rekonstruktif

Meski sudah kita ketahui banyak sekali manfaat dari tindakan rekonstruktif ini. Komplikasi dan risiko dapat saja dialami pasien. Hal ini bergantung pada jenis bedah plastik rekonstruksi yang dilakukan. Untuk diketahui, komplikasi yang terjadi setelah bedah rekonstruksi pada payudara biasanya berkaitan dengan implan yang digunakan untuk melakukan memperbaiki penampilan payudara tersebut utamanya pasca tindakan mastektomi (bedah pengangkatan payudara).

Dalam berbagai literatur medis yang ada, bedah implan payudara saline memiliki risikokomplikasi sebesar 27,6% dan 25,8% kemungkinan pasien harus melakukan bedah kedua karena implan payudara mengecil atau mengempes. Risiko lain yang dapat terjadi adalah antara payudara yang asli dan payudara yang diperbaiki menjadi tidak sama bentuknya (simetris).

Banyak pasien yang juga mengeluhkan sensasi berbeda dari payudara mereka yang dilakukan penambahan saline. Pasien yang memiliki implan payudara tidak menutup kemungkinan berisiko terkena seroma, atau penimbunan cairan di sekitar implan. Kondisi ini selanjutnya dapat menyebabkan peradangan dan pembengkakan.

Komplikasi lainnya yang mungkin saja terjadi akibat tindakan bedah rekonstruktif diantaranya; bekas luka yang menonjol (hipertrofi), hematoma, luka terbuka, hingga kemungkinan infeksi. RS Bedah Bina Estetika merupakan pakar dalam tindakan operasi rekonstruktif ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Teuku Cik Ditiro No.41, RT010/005, Menteng, Jakarta 10310

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-390-9393

marketingbinaestetika@gmail.com

Book Online

Appointment Now