filler payudara

Filler Untuk Pembesaran Payudara, Risiko dan Solusinya

Filler adalah proses penyuntikan cairan hyaluronic acid ke dalam lapisan kulit di area tertentu. Salah satu lokasi penyuntikan filler adalah bagian payudara. Dikatakan oleh Dr Sidik Setiamihardja SpBP, filler payudara dilakukan untuk mengisi bagian yang kosong atau kurang padat di payudara.

Filler Payudara

Filler yang sering digunakan untuk perawatan kecantikan termasuk payudara pada umumnya menggunakan cairan lipoic acid. Injeksi filler dilakukan untuk mengisi bagian yang kosong pada tubuh dibagian tertentu. Akan tetapi dikarenakan payudara memiliki konstruksi pembuluh darah yang kompleks, suntik filler dapat mengakibatkan efek samping bagi Anda.

Salah satu efek samping dari filler adalah pembengkakan, yang disebabkan oleh infeksi hingga penyumbatan pembuluh darah ke jantung dan otak yang dapat meningkatkan risiko kematian.

filler payudara

Filler payudara harus sesuai indikasi

Menurut dr Sidik, saat ini  filler bahkan sudah dilarang digunakan di Benua Eropa dan Amerika. Perlu diingat bahwa suntik filler tidak bisa dilakukan sembarangan dan harus dilakukan oleh tenaga professional dengan  indikasi.

Pada sebuah studi, wanita yang melakukan filler ternyata mengalami komplikasi setelah tiga tahun kemudian. Komplikasi dimaksud seperti degradasi filler dini. Kondisi ini ditunjukkan dengan bentuk payudara yang kencang namun tidak normal dan timbulnya nodule atau benjolan akibat filler.

Filler seharusnya dapat bertahan selama 12-18 bulan. Namun tak jarang wanita ingin melakukan kembali karena sebelumnya puas dengan hasilnya. Namun pengulangan filler sangat berbahaya dan dapat menimbulkan masalah kesehatan lain.

Besarkan Payudara dengan Aman

Karena risikonya yang besar, pakar bedah plastik banyak yang tidak lagi merekomendasikan suntik filler ini. Untuk bisa tetap tampil mempesona, kaum hawa bisa memilih cara lain untuk memperbesar payudara. Cara itu adalah fat transfer dan breast augmentation.

Fat transfer adalah perawatan yang dilakukan dengan cara mengambil lemak tubuh yang kemudian di suntik ke dalam payudara pasien. Kelebihan dari perawatan ini adalah tidak adanya benda asing yang masuk ke dalam tubuh dikarenakan lemak yang diambil berasal dari perut pasien.

Kekurangan fat transfer adalah selain memakan waktu yang lebih lama, metode ini tidak lebih tahan lama jika dibandingkan dengan breast augmentation. Kekurangan lainnya adalah payudara pasien akan ikut menyusut jika pasien mengalami penurunan berat badan.

Metode implan atau augmentasi payudara dilakukan dokter bedah plastik dengan memasukan implan silikon kedalam payudara pasien untuk menambah volume payudara. Implan silikon ditanam dibawah jaringan atau otot sehingga tidak mengganggu fungsi payudara termasuk fungsi menyusui pada ibu.

Metode implan payudara saat ini lebih diminati oleh banyak pasien, dengan risiko komplikasi yang lebih kecil dibandingkan filler.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Teuku Cik Ditiro No.41, RT010/005, Menteng, Jakarta 10310

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-390-9393

marketingbinaestetika@gmail.com

Book Online

Appointment Now